Sabtu, 01 Oktober 2011

Rampung, 4 Sinopsis Film Antikorupsi


sumber: http://www.indonesiabersih.org/info-indonesia-bersih/rampung-4-sinopsis-film-antikorupsi/
arsip 27 September 2011

Empat sutradara muda baru saja merampungkan 4 sinopsis film antikorupsi. Bersama tim masing-masing, para sutradara yang terdiri dari Ine Febriyanti, Lasya F. Susatyo, Chaerunnisa dan Emil Heradi berkumpul bersama untuk membahas sinopsis-sinopsis tersebut bersama produser dan tim TI Indonesia pada Selasa [21/9] di Tjikini Cafe, Jakarta Pusat.

Sinopsis tersebut merupakan finishing touch dari proses Workshop Pengembangan Ide Cerita film Antikorupsi yang berlangsung di Kantor TI Indonesia (15-16/9) sebelumnya. Sutradara bersama scriptwriter selama 5 hari menulis ulang sejumlah masukan cerita dan gagasan antikorupsi yang berkembang.

Meskipun nantinya ada perbedaan cerita, namun pesan utama yang menjadi benang merah setiap film hanya satu. Siapapun bisa menjadi pendukung korupsi, tapi siapapun juga bisa melawannya. Setiap film nantinya perlu menunjukkan sikap optimis bahwa kita bisa melawan korupsi dan korupsi bisa diberantas.

Sudah selesai? Tentu belum. Sinopsis tersebut masih terus dikembangkan untuk menjadi skenario. Dengan skenario ini, cerita menjadi lebih utuh, lengkap dengan dialog dan gambaran adegannya. [AS]

Berita terkait:
Indenesia Bersih Gandeng Film Maker

sumber: http://cleanindonesia.blogdetik.com/
arsip 18 Agustus 2011

Film antikorupsi dapat menjadi alat kampanye yang efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya korupsi. Masyarakat lebih gampang menyerap nilai-nilai korupsi melalui film atau sarana audiovisual lainnya. Demikian demikian, perlawanan publik terhadap para koruptor dapat lebih massif.
Demikian kesimpulan penting yang diperoleh dalam sharing session aktivis antikorupsi dan film maker yang berlangsung di Sekretariat TI-Indonesia, Rabu, 10/8. Turut hadir dalam acara ini sejumlah sutradara muda, Ine Febriyanti, Lasya F. Susatyo, Chaerunnisa, Emil Heradi.
“Saatnya kita mencoba pendekatan baru melalui multimedia dan audiovisual yang dirasa dapat mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan dampak dari perilaku korupsi”, ungkap Teten Masduki, selaku tuan rumah diskusi. Menurutnya, gerakan antikorupsi perlu mengajak insan film untuk berkolaborasi guna menghasilkan film antikorupsi yang berkualitas untuk publik, khususnya kaum muda.
“Kolaborasi film maker dan aktivis antikorupsi merupakan pilot project untuk mengangkat sekat-sekat gerakan sosial”, sambut Abduh Aziz mewakili film maker yang saat ini juga menjabat Direktur Program Dewan Kesenian Jakarta. “Dengan demikian, ada kesamaan langkah dan tujuan para aktor-aktor gerakan sosial di negeri ini.”
Sebelumnya Club Indonesia Bersih mengadakan lomba ide cerita untuk film antikorupsi. Hingga saat ini sudah terkumpul tidak kurang dari 150 cerita antikorupsi. Ide cerita dari pemenang lomba ini nantinya dikembangkan sebagai materi pembuatan film antikorupsi.[nf]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar